BTPN Syariah Resmi Beroperasi

JAKARTA 15 Juli 2014  -  Konsisten mendorong akses finansial bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro & kecil, termasuk masyarakat pra-sejahtera produktif (mass market), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) terus mengembangkan bisnis yang berfokus pada pelayanan dan pemberdayaan masyarakat pada segmen ini.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengembangkan unit usaha syariah (UUS) BTPN menjadi bank umum syariah (BUS). Untuk pengembangan tersebut, BTPN telah melakukan serangkaian aksi korporasi, antara lain mengakuisisi dan mengonversi PT Bank Sahabat Purba Danarta menjadi bank syariah, yang dilanjutkan dengan pemisahan UUS menjadi BUS.

Setelah mendapatkan izin konversi dan spin off dari regulator, pada Senin (14/7), BTPN Syariah resmi beroperasi. Pemegang saham mengangkat Harry AS Sukadis sebagai Direktur Utama BTPN Syariah. Komisaris Utama BTPN Syariah dijabat Kemal Azis Stamboel.

“Hari ini merupakan salah satu tonggak terpenting perjalanan kami dalam memajukan industri perbankan syariah. Sejalan dengan inisiatif keuangan inklusi, BTPN membangun BTPN Syariah yang saat ini difokuskan melayani segmen tunas usaha rakyat, dengan tujuan memberdayakan jutaan keluarga pra/cukup sejahtera meraih kehidupan yang lebih baik dengan membangun empat perilaku kunci, yaitu : Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu,” kata Anika Faisal, Direktur BTPN.

UUS BTPN mulai dirintis pada 2008 dan dikembangkan lebih lanjut untuk fokus melayani masyarakat pra-sejahtera produktif pada 2010. Dengan perubahan fokus bisnis tersebut, UUS BTPN telah berkembang pesat. Per 31 Maret 2014 UUS BTPN telah memiliki aset Rp 2,2 triliun tumbuh 122,5% dari kuartal I-2013 sebesar Rp986 miliar (year on year/yoy). Nilai pembiayaan mencapai Rp1,62 triliun, meningkat 160% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp621 miliar. Jumlah nasabah pra-sejahtera produktif mencapai 1.041.357 nasabah, tumbuh 95,5% dari sebelumnya 532.725 nasabah.

BTPN Syariah saat ini memiliki lebih dari 8.250 karyawan. Layanan kepada nasabah dilakukan melalui 13 kantor cabang, 44 Layanan Syariah Bank (office channeling), dan didukung oleh 1.224 tim Mobile Marketing Syariah.

Harry AS Sukadis, Direktur Utama BTPN Syariah, menjelaskan Syariah merupakan platform bisnis yang universal. Seperti halnya bank konvensional, pengelolaan platform syariah dilakukan berdasarkan profesionalisme.  Perbankan syariah menggunakan metodologi khusus yang menjanjikan keseimbangan sistem ekonomi-nya, yang berlaku bagi semua orang, terlepas latar belakang agama yang dianut.

BTPN merupakan pemilik 70% saham BTPN Syariah. Pemegang saham lainnya adalah PT Triputra Persada Rahmat sebesar 28,59% dan Yayasan Purba Danarta sebanyak 1,41%



Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk
Eny Yuliati – Corporate Communications Head
Telp: 021 – 30026200
Email:
Website: www.btpn.com


Sekilas tentang BTPN

BTPN memfokuskan diri untuk melayani dan memberdayakan segmen mass market, yang terdiri dari pensiunan, usaha mikro & kecil, serta komunitas pra-sejahtera produktif. Fokus bisnis tersebut didukung oleh empat unit bisnis BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus untuk melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus untuk melayani pelaku usaha mikro & kecil, dan BTPN Syariah – yang fokus untuk melayani nasabah dari komunitas pra-sejahtera produktif. Melalui program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang terukur dan berkelanjutan, BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.

Tanggal Dipublikasikan: 16 Juli 2014