|
13/04/2010, 16:24 WIB
Siaran Pers: BTPN Terbitkan Obligasi untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis
Jakarta, 13 April 2010. Setelah sukses menerbitkan Obligasi sebesar Rp 750 miliar pada Oktober 2009 yang lalu, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) segera menerbitkan Obligasi untuk kedua kalinya, senilai Rp 750 miliar. “Penerbitan Obligasi BTPN ini merupakan bagian dari rencana strategis BTPN untuk menggalang pendanaan jangka panjang sebagai pendukung dana yang dihimpun dari masyarakat, sehingga BTPN dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal lagi,” jelas Jerry Ng, Direktur Utama BTPN.
Lebih lanjut Jerry mengungkapkan bahwa rencana penerbitan Obligasi BTPN II ini juga tidak terlepas dari kesuksesan penerbitan Obligasi BTPN I tahun lalu yang mengalami oversubcribed sehingga jumlahnya ditingkatkan menjadi Rp 750 miliar dari rencana semula Rp 500 miliar. Obligasi BTPN II yang ditawarkan saat ini akan memiliki struktur yang sama, terdiri dari 2 (dua) seri, yaitu Seri A berjangka waktu 3 (tiga) tahun dan Seri B berjangka waktu 5 (lima) tahun. Sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) adalah PT CIMB Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Securities.
Emisi Obligasi BTPN mendapat National Long-term rating AA- (idn) dengan prospek peringkat Stabil dari Fitch Ratings. “Dalam waktu sekitar 6 bulan, Fitch Ratings telah menaikkan peringkat emisi Obligasi BTPN dari sebelumnya A+(idn) pada Oktober 2009 lalu menjadi AA- (idn). Kenaikan peringkat ini mencerminkan kemampuan BTPN dalam menjaga kualitas aset perusahaan, perbaikan struktur pendanaan, dan kinerja yang kuat,” tutur Jerry.
Penerbitan Obligasi ini akan mendukung pengembangan bisnis BTPN, khususnya dalam memberikan akses pembiayaan seluas-luasnya bagi para pensiunan dan pelaku UMK. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil emisi Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya untuk pembiayaan, yaitu sebesar 50% untuk pembiayaan kredit Pensiunan dan sebesar 50% untuk pembiayaan kredit Mikro. “Kami berharap emisi Obligasi ini dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik bagi investor yang telah mendapat keuntungan dari obligasi BTPN I dan sekaligus menjadi alternatif pembiayaan jangka panjang bagi BTPN,” jelas Jerry menutup pembicaraan.
Kinerja Keuangan dan Bisnis yang Prima
Laporan Keuangan BTPN per 31 Desember 2009 menunjukkan perkembangan bisnis yang pesat, sekaligus mencerminkan upaya pengembangan kapasitas yang kedepannya menjamin pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.
Per 31 Desember 2009 BTPN telah melayani lebih dari 500.000 pensiunan dan lebih dari 120.000 pelaku UMK. Sepanjang 2009, BTPN telah melakukan peningkatan jumlah jaringan kantor, diantaranya dengan membuka 493 kantor btpn|mitra usaha rakyat, sehingga jaringan distribusi BTPN mencapai 1.030, termasuk diantaranya 539 kantor btpn|mitra usaha rakyat. Untuk mendukung peningkatan jaringan distribusi tersebut maka BTPN telah merekrut lebih dari 7.000 karyawan sehingga jumlah karyawan per 31 Desember 2009 mencapai 10.372 orang.
Komitmen BTPN dalam mengembangkan bisnis yang berfokus di pangsa pasar pensiunan dan UMK ini telah meningkatkan kinerja secara signifikan. Per 31 Desember 2009 dana pihak ketiga mencapai Rp 18,5 triliun atau meningkat 63% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Penyaluran kredit (gross) per 31 Desember 2009 mencapai Rp 15,7 triliun atau tumbuh 51% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengembangan bisnis dan optimalisasi penyaluran kredit senantiasa diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko, sehingga rasio NPL (Non Performing Loan) gross hanya 0,51%, turun dari sebelumnya 0,59% pada 31 Desember 2008; dan per 31 Desember 2009 NPL netto mencapai 0,07%.
Kepercayaan yang tinggi dari masyarakat dan industri finansial juga tercermin dengan keberhasilan BTPN dalam penerbitan obligasi rupiah BTPN I pada Oktober 2009 lalu sejumlah Rp 750 miliar yang memperoleh National Long-term rating A+ (idn) dari Fitch Ratings, yang diikuti dengan pemberian fasilitas pinjaman dari International Finance Corporation (IFC) dalam mata uang Rupiah dengan jumlah ekuivalen USD 70 juta.
Investasi dalam pengembangan bisnis telah mendongkrak pertumbuhan aset BTPN secara sangat signifikan mencapai 63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari posisi Rp 13,7 triliun (31 Desember 2008) menjadi Rp 22,3 triliun (31 Desember 2009). Investasi juga memberikan hasil berupa peningkatan pendapatan operasional yang per 31 Desember 2009 mencapai Rp 2,34 triliun atau meningkat sebesar 50% dari sebelumnya Rp 1,56 triliun pada 31 Desember 2008. Kenaikan pendapatan operasional ini terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit.
Walaupun investasi yang dilakukan menyebabkan peningkatan beban operasional, namun BTPN tetap mampu menjaga momentum peningkatan laba bersih sehingga per 31 Desember 2009, laba bersih BTPN mencapai Rp 420,4 miliar, naik 11% dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara itu per 31 Desember 2009 BTPN mampu mempertahankan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 18,5%.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Eny Yuliati
Corporate Communications Head
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk
Telp : 021 – 30026200
Email : eny.yuliati@btpn.com atau corporate.communications@btpn.com
Kembali
|