Berkarir di BTPN lebih dari sekedar bekerja. Menjadi bagian dari perusahaan ini, kami mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam upaya besar mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia.

Program pengembangan karir kami sangat terstruktur, didukung dengan berbagai pelatihan dan program pengembangan diri.

Kami berupaya untuk:

  • Berinteraksi dengan nasabah kami guna memahami kebutuhan nasabah
  • Memberikan energi positif kepada para nasabah melalui pelayanan dan antusiasme kami
  • Meningkatkan pengembalian investasi dengan kinerja yang unggul
  • Memungkinkan para nasabah dan karyawan untuk mewujudkan potensi diri mereka secara signifikan melalui program pemberdayaan kami

 

Dewan Komisaris

  • Ashish Jaiprakash Shastry

    Komisaris

    Ashish Jaiprakash Shastry

    Komisaris

    Warga Negara Singapura, 37 tahun. Ashish Jaiprakash Shastry menjabat sebagai Komisaris BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 28 April 2008 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 10 Desember 2008. Beliau menjabat sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi BTPN. Saat ini memiliki berbagai jabatan dan sebagai Senior Adviser TPG Capital serta Managing Partner di Northstar Advisors Pte Ltd di Singapura. Beliau merintis karir sebagai investment banker di Lehman Brothers, New York, sebelum bergabung dengan TPG Capital di tahun 1998, termasuk sebagai Managing Director dan Head of TPG Capital’s di Asia Tenggara.
    Meraih gelar Bachelor of Arts in Economics with Honors dari Princeton University pada tahun 1996.

  • Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti Ph.D

    Komisaris Utama (Independen)

    Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti Ph.D

    Komisaris Utama (Independen)

    Warga Negara Indonesia, 73 tahun. Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti PhD. menjabat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 16 Maret 2006 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 15 Mei 2006. Saat ini, beliau menjabat sebagai Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi BTPN. Sebelum bergabung dengan BTPN, beliau menjabat berbagai posisi senior di pemerintahan dan posisi akademis, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia tahun 2001 sampai dengan 2004, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Amerika Serikat tahun 1998 hingga 2001 serta Guru Besar dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selain di BTPN, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen) PT. Garuda Food Beverage Jaya. Beliau aktif terlibat dalam mengatasi berbagai tantangan ekonomi Indonesia, seperti pengentasan kemiskinan dan membantu masyarakat miskin di daerah urban.

    Melalui kegiatan akademis dan riset serta melalui berbagai program BTPN, beliau telah memberikan sumbangan berarti bagi masyarakat. Beliau telah melakukan kunjungan ke lebih dari 250 cabang BTPN di seluruh Indonesia, serta terus mendorong dan memberikan inspirasi kepada karyawan BTPN.

    Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1964, gelar MA (Financial Administration) dan gelar Ph.D. (Doktor) di bidang Ekonomi-Politik dari University of California di Berkeley, Amerika Serikat. Dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Manajemen dari Universiti Teknologi Malaysia.

  • Harry Hartono

    Komisaris (Independen)

    Harry Hartono

    Komisaris (Independen)

    Warga Negara Indonesia, 70 tahun. Harry Hartono menjabat sebagai Komisaris Independen BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 8 September 2004 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 14 Desember 2004. Saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Pemantau Risiko BTPN. Sebelumnya menjabat sebagai anggota Tim Pengarah Bantuan Hukum BPPN (2002-2004), Tenaga Ahli Jaksa Agung Republik Indonesia di bidang hukum perbankan (2002) dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi di Sulawesi Tenggara (2000). Beliau memiliki pengalaman lebih dari tiga puluh tahun di bidang penegakan hukum.

    Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Brawijaya pada tahun 1970.

  • Irwan Mahjudin Habsjah

    Komisaris (Independen)

    Irwan Mahjudin Habsjah

    Komisaris (Independen)

    Warga Negara Indonesia, 65 tahun. Irwan Mahjudin Habsjah menjabat sebagai Komisaris Independen BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 28 April 2008 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 1 Mei 2009. Saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Audit dan anggota Komite Remunerasi dan Nominasi BTPN. Selain di BTPN, beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Sari Melati Kencana (Pizza Hut). Sebelumnya menjabat sebagai Managing Director dan Country HeadWholesale Banking ING Bank, Jakarta (2000-2009), serta Managing Director dan Country Head Bankers Trust Company (1996-1999). Pernah menjabat sebagai Deputy President Director - Corporate Banking PT. ING Indonesia Bank di Jakarta (1991-1996). Beliau memiliki lebih dari 33 tahun pengalaman profesional dengan menjabat posisi-posisi senior di BSB Bank, American Express Bank, Citibank dan Indonesia Overseas Bank.

    Meraih gelar master di bidang Monetary & International Economics dari University of Amsterdam (1978) dan Sarjana di bidang Ekonomi dari Erasmus University Rotterdam, Belanda (1974).

  • Ranvir Dewan

    Komisaris

    Ranvir Dewan

    Komisaris

    Warga Negara Singapura, 59 tahun. Ranvir Dewan menjabat sebagai Komisaris BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 28 April 2008 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 10 Desember 2008. Beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko BTPN. Saat ini menjabat sebagai Head of Financial Institutions Group Operations setelah bergabung dengan TPG Capital. Dari bulan April 2000 hingga Juli 2006, beliau menjabat sebagai Executive Vice President/Chief Financial Officer di Standard Chartered First Bank (sebelumnya Korea First Bank) di Seoul, Korea Selatan. Sebelumnya, memiliki 13 tahun pengalaman di Citibank dan menjabat berbagai posisi senior di beberapa negara, termasuk sebagai Vice President dan Regional Financial Controller di Global Consumer Bank Citibank, dengan lingkup tanggung jawab meliputi 11 negara di kawasan Asia Pasifik. Beliau juga pernah menjabat posisi senior di KPMG Kanada dan Inggris dengan spesialisasi audit untuk institusi keuangan. Beliau anggota Institute of Chartered Accountants di England & Wales (FCA) serta anggota the Canadian Institute of Chartered Accountants (CA).

    Meraih gelar Bachelor of Commerce with Honors dari University of New Delhi pada tahun 1973. Menjabat sebagai anggota Dewan di dua perusahaan India– Shriram Transport Finance Company Limited di Mumbai dan Shriram City Union Finance di Chennai, India serta Thai Credit Retail Bank di Bangkok, Thailand.

  • Sunata Tjiterosampurno

    Komisaris

    Sunata Tjiterosampurno

    Komisaris

    Warga Negara Indonesia, 40 tahun. Sunata Tjiterosampurno menjabat sebagai Komisaris BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 28 April 2008 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 10 Desember 2008. Beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi BTPN. Sejak tahun 2006 juga menjabat sebagai Managing Director di Northstar Advisors Pte. Ltd. Beliau memiliki pengalaman yang luas setelah menjabat sebagai Assistant Vice President Divisi Investment Banking PT. Danareksa Sekuritas dari 2004 hingga 2006 dan sebagai Konsultan di Boston Consulting Group, di mana beliau terlibat di bidang pasar modal, pengembangan strategi dan restrukturisasi usaha di industri yang beragam. Mengawali karir di PT. Lippo Securities – SBC Warburg sebagai Assistant Vice President untuk Equity Research.

    Selain di BTPN, juga menjabat sebagai Komisaris PT. Delta Dunia Makmur Tbk.,PT. Bukit Makmur Mandiri Utama dan Tugu Insurance Company Ltd.

    Meraih gelar Bachelor of Business Administration dari University of Wisconsin, Madison dan Master in Finance dari London Business School pada tahun 2002.

Direksi

  • Ongki Wanadjati Dana

    Wakil Direktur Utama

    Ongki Wanadjati Dana

    Wakil Direktur Utama

    Warga Negara Indonesia, 55 tahun. Ongki Wanadjati Dana menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 28 April 2008 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 29 September 2008. Memimpin bisnis perbankan ritel BTPN sejak bergabung tahun 2008. Di BTPN, beliau menyumbang pengalamannya yang luas di sektor keuangan. Selama lebih dari 18 tahun, beliau telah menjabat sebagai Direktur Perbankan Wholesale Bank Permata, Wakil Direktur Utama di Bank Universal, dan Direktur Utama Bank Subentra. Mengawali karir di perbankan pada tahun 1982 di Citibank N.A. hingga meraih jabatan sebagai Vice President - Consumer Banking Group di tahun 1987.

    Meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1981. Mengikuti berbagai program pelatihan eksekutif, antara lain di SaÏd Business School, Oxford University, UK dan Harvard Business School, USA.

  • Mahdi Syahbuddin

    Direktur Human Capital

    Mahdi Syahbuddin

    Direktur Human Capital

    Warga Negara Indonesia, 51 tahun. Mahdi Syahbuddin menjabat sebagai Direktur Human Capital BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 28 April 2008 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 29 September 2008. Beliau memimpin inisiatif strategi untuk mendorong dan menyelaraskan para karyawan dengan sasaran BTPN, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan komunitas yang dilayani. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur Bank Permata, serta menduduki berbagai posisi di Bank Universal, termasuk sebagai Wakil Direktur Utama sebelum diangkat sebagai Ketua Tim Pengelola sebelum bank tersebut di-merger dengan Bank Permata. Karir di perbankan dimulai pada tahun 1989 di Citibank N.A. hingga meraih jabatan sebagai Manajer Departemen Asset Product Services. Sebelum mengawali karir di industri perbankan, beliau pernah menjadi Engineer di Atlantic Richfield dan IPTN.

    Meraih gelar Sarjana Teknik Penerbangan pada tahun 1987 dari Institut Teknologi Bandung.

  • Kharim Indra Gupta Siregar

    Direktur Teknologi Informasi

    Kharim Indra Gupta Siregar

    Direktur Teknologi Informasi

    Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Kharim Indra Gupta Siregar menjabat sebagai Direktur BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 28 April 2008 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 29 September 2008. Memimpin tim yang bertanggung jawab memberdayakan unit-unit bisnis melalui solusi teknologi informasi. Unit di bawah kepemimpinannya juga bertugas memelihara infrastruktur TI BTPN agar dapat memenuhi persyaratan proses bisnis, mendukung proses pengambilan keputusan serta mendorong terciptanya kerjasama di seluruh organisasi. Sebelumnya menjabat sebagai Executive Vice President/Head of Business Support – Divisi Danamon Simpan Pinjam; Vice President untuk Electronic Channel & Customer LoyaltyRetail Banking di Bank Mega; dan Vice President/Head of IT Group di Bank Universal. Mengawali karir sebagai marketing representative IBM Indonesia.

    Meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1990.

  • Hadi Wibowo

    Direktur Operasi

    Hadi Wibowo

    Direktur Operasi

    Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Hadi Wibowo menjabat sebagai Direktur UMK sesuai hasil RUPST tanggal 8 April 2010 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada 14 April 2010. Sebelumnya menjabat sebagai Head of Distribution and Sales Force Development di Bank Danamon. Karir di industri perbankan dimulai tahun 1993 ketika bergabung dengan Bank Universal/Permata, hingga meraih jabatan sebagai Head of Product Development and Cash Management, Personal Banking.

    Memperoleh Sarjana Teknik Sipil pada tahun 1991 dari Institut Teknologi Bandung. Beliau telah mengikuti General Management Program di National University of Singapore pada tahun 2001 dan Danamon Leadership Academy di Insead Singapore pada tahun 2007.

  • Jerry Ng

    Direktur Utama

    Jerry Ng

    Direktur Utama

    Warga Negara Indonesia, 47 tahun. Jerry Ng diangkat sebagai Direktur Utama BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 9 Juli 2008 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 29 September 2008. Beliau memimpin tim manajemen senior berpengalaman serta berkomitmen untuk melakukan transformasi BTPN menjadi bank mass market terbaik di Indonesia dan berupaya meningkatkan kesejahteraan setiap warga Indonesia. Sebelumnya menjabat sebagai Head of Indonesia and Senior Advisor untuk Asia Tenggara di TPG, sebuah perusahaan private equity. Memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman di industri keuangan. Memulai karirnya di Citibank, dan kemudian menjabat di posisi senior di berbagai institusi keuangan terkemuka di Indonesia; termasuk Wakil Direktur Utama di Bank Central Asia, Wakil Direktur Utama di Bank Danamon dan sebagai Direktur Utama di Federal International Finance. Pada saat krisis keuangan Asia tahun 1998, beliau diangkat sebagai Deputi Ketua dan Penasihat Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional untuk memulihkan industri perbankan Indonesia.

    Memperoleh gelar Bachelor of Business Administration dari University of Washington, Seattle dan mengikuti berbagai program pelatihan manajemen eksekutif yang antara lain diselenggarakan oleh Standford Business School dan Harvard Business School. Beliau juga adalah fellow dari Eisenhower Fellowships.

  • Djemi Suhenda

    Wakil Direktur Utama

    Djemi Suhenda

    Wakil Direktur Utama

    Warga Negara Indonesia, 47 tahun. Djemi Suhenda menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 29 Oktober 2009 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2009. Beliau memiliki pengalaman 23 tahun di industri perbankan, terutama di bidang accounting & financial control,
    operasional
    serta Bisnis segmen mass market.  Beliau memulai karirnya di Citibank Indonesia dan Citibank Singapore (1989-1995) serta Bank Universal (1995-2002). Pada tahun 2003 – 2008 beliau menjabat sebagai Executive Vice President di Bank Danamon. Beliau bergabung dengan BTPN sejak tahun 2008.

    Dalam 10 tahun terakhir karirnya, beliau telah membangun dan memimpin bisnis segmen mass market, yaitu Danamon Simpan Pinjam untuk Bank Danamon serta Mitra Usaha Rakyat dan Tunas Usaha Rakyat untuk BTPN. Beliau menemukan panggilannya dalam membangun bisnis segmen mass market. Beliau menyukai proses inovasi dan tantangan membangun usaha baru serta menikmati kesempatan mendidik calon pemimpin.

    Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti Jakarta, pada tahun 1989 dan telah mengikuti berbagai program pelatihan eksekutif, antara lain Executive Program on Strategy and Organization di Stanford Business School, Amerika.

  • Asep Nurdin Alfallah

    Direktur Bisnis Pensiun

    Asep Nurdin Alfallah

    Direktur Bisnis Pensiun

    Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Asep Nurdin Alfallah menjabat sebagai Direktur Bisnis Pensiun sesuai hasil RUPSLB tanggal 25 Februari 2011 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 29 November 2010. Beliau telah berkarya di BTPN selama lebih dari dua dekade. Selama 20 tahun, beliau tumbuh bersama BTPN dan menduduki berbagai posisi senior, termasuk beberapa tahun sebagai Kepala Divisi, Kepala Wilayah Senior Jawa Barat, Jawa Timur & wilayah timur Indonesia, Jakarta dan Kepala Pemasaran dan Distribusi Bisnis Pensiun.

    Meraih gelar Bachelor of Banking and Finance dari National University of San Diego, California, Amerika dan gelar master di bidang Perbankan dan Keuangan dari University of Technology, Sydney, Australia. Menjalani studi di Studienkollege, Mainz-Frankfurt, Jerman; dan telah mengikuti berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Michigan Ross School of Business di Hong Kong.

  • Arief Harris Tandjung

    Direktur Keuangan

    Arief Harris Tandjung

    Direktur Keuangan

    Warga Negara Indonesia, 44 tahun. Arief Harris Tandjung menjabat sebagai Direktur Keuangan BTPN sesuai hasil RUPST tanggal 8 April 2010 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada 7 April 2010. Sebelumnya, selama dua tahun beliau adalah Executive Vice President, Chief Financial Officer BTPN. Sebelumnya menjabat sebagai Executive Vice President dan Head of SME Banking Business Bank Danamon, Senior Manager dan Head of Consumer Banking Business Finance di Standard Chartered Bank, serta Vice President Corporate Performance Management Bank Permata.

    Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro pada tahun 1991 dari Universitas Indonesia dan mengikuti beberapa program pendidikan dan pelatihan, termasuk General Management Executive Program yang diselenggarakan oleh National University of Singapore pada tahun 1999 dan Leadership Program oleh Temasek Learning Center pada tahun 2006.

  • Anika Faisal

    Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan

    Anika Faisal

    Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan

    Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Anika Faisal menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan BTPN sesuai hasil RUPSLB tanggal 28 April 2008 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada 29 September 2008. Beliau memfokuskan pada kinerja usaha BTPN, dari aspek kepatuhan dan tata kelola perusahaan, hingga aspek pengukuran indikator kinerja utama. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatuhan Bank Danamon selama enam tahun. Memiliki pengalaman hampir 20 tahun di industri keuangan. Meniti karirnya di Bank Niaga, hingga menjabat sebagai Legal Division Head untuk Corporate Banking. Kemudian bergabung dengan firma hukum Bahar, Tumbelaka & Partners hingga diangkat sebagai partner di tahun 1999. Di tahun yang sama bergabung dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai Staf Ahli untuk Ketua dan Wakil Ketua BPPN. Sejak tahun 2003 menjabat sebagai Sekretaris Jenderal pada Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan dan sejak tahun 2012 beliau menjabat juga sebagai Sekretaris Jenderal pada Asosiasi Perbanas. 

    Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia. Mengikuti berbagai program pelatihan eksekutif, antara lain Authentic Leadership Program di Harvard Business School, USA. Beliau juga memberikan sumbangsih bagi almamaternya sebagai Ketua Yayasan Dana Bakti Pendidikan UI sejak tahun 2007.

  • Mulia Salim

    Direktur Mitra Usaha Rakyat

    Mulia Salim

    Direktur Mitra Usaha Rakyat

    Warga Negara Indonesia, 41 tahun. Mulia Salim menjabat sebagai Direktur Operasi sesuai hasil RUPST tanggal 4 April 2012 dan memperoleh persetujuan Bank Indonesia pada tanggal 18 Januari 2012. Sebelumnya menjabat sebagai Executive Vice President - Operations Head BTPN sejak tahun 2008. Sebelum bergabung dengan BTPN  menjabat sebagai Executive Vice PresidentFinance, Operation & Collections Head, Cards Business dan juga sebagai Project Leader akuisisi & integrasi bisnis American Express di Bank Danamon, serta menduduki berbagai posisi di Citibank, N.A., termasuk sebagai Country Procurement Head, Cards Operations Head, Transactions Services Head dan jabatan terakhir sebagai Vice President - Quality & Customer Service Director.

    Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia pada tahun 1993. Beliau telah  mengikuti Citibank Asia Pacific Leadership Forum di Shanghai, Danamon Leadership Academy di Insead, Singapore dan Berkeley-Nanyang Advanced Management Program di Singapore.