Memberikan makna lebih dalam hidup setiap rakyat Indonesia

Berkomitmen untuk meningkatkan potensi terbaik Anda

Kerjasama dan hubungan baik dengan semua pihak adalah kunci kekuatan kami

Kami percaya pada masa depan yang lebih baik

Kami mengerti hasrat setiap orang untuk meraih peluang

Kami menghargai kontribusi dari setiap nasabah

Dan bersuka cita atas berpadunya semua orang demi mencapai tujuan mulia

BTPN telah menempuh perjalanan panjang, sejak didirikan di Bandung, Jawa Barat pada 1958, dan kemudian berubah nama pada 1986 menjadi Bank Tabungan Pensiunan Nasional.

BTPN mulai tercatat di Bursa Efek Jakarta pada 2008 dan setahun kemudian menambah bisnis pembiayaan untuk usaha mikro melengkapi portofolio layanan perbankan pensiun.

Menyadari tantangan saat ini, bahwa perusahaan-perusahaan dituntut untuk mengubah cara berbisnis, kami memutuskan mengambil langkah lebih lanjut, dengan menciptakan dan meluncurkan “Daya” pada 2011. Berlandaskan filosofi bisnis "Peluang sekaligus Panggilan", Daya hadir dengan menawarkan kesempatan kepada seluruh stakeholder BTPN untuk berpartisipasi dalam misi memberdayakan jutaan mass market di Indonesia.

Bagaikan keping uang logam yang memiliki dua sisi yang tak terpisahkan, program pemberdayaan adalah elemen yang terintegrasi dengan model bisnis kami. Dalam seluruh produk serta aktivitas, kami senantiasa berusaha untuk menciptakan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti bagi seluruh nasabah BTPN.

Di BTPN, kami percaya bahwa masyarakat dari seluruh lapisan memiliki keinginan untuk mencapai hidup yang lebih berarti. Melalui bisnis yang kami jalankan, kami menyediakan akses, informasi serta pelatihan yang dapat membantu mereka untuk meraih keinginan tersebut.

Milestones

  • 1958

    Didirikan di Bandung, Jawa Barat, dengan nama Bank Pegawai Pensiunan Militer (Bapemil).

  • 1960

    Memperoleh izin sebagai bank komersial.

  • 1986

    Berganti nama menjadi Bank Tabungan Pensiunan Nasional.

  • 2008

    TPG Nusantara S.a.r.l., melakukan akuisisi saham BTPN sebesar 71,6% melalui pembelian saham di Bursa Efek Indonesia. BTPN menjadi bank publik dengan nilai aset Rp 13,7 triliun.

  • 2009

    BTPN meluncurkan Bisnis UMK dengan nama, BTPN Mitra Usaha Rakyat dengan membuka 539 kantor cabang. BTPN Mitra Usaha Rakyat berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit mencapai Rp 2,3 triliun. BTPN menerbitkan obligasi Rupiah jangka panjangnya yang pertama, dengan peringkat A+ (National Scale Rating) dari Fitch Ratings. Memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang dalam Rupiah dari International Finance Corporation, anak perusahaan Bank Dunia.

  • 2010

    BTPN berhasil menjadi bank ke-10 terbesar dalam kapitalisasi pasar, serta menduduki peringkat ke-5 dalam jumlah cabang dan peringkat ke-6 dalam jumlah karyawan. BTPN berhasil melaksanakan penerbitan obligasi jangka panjang sebanyak dua kali dengan total nilai Rp 2,4 triliun dan menyelesaikan rights issue sebesar Rp 1,3 triliun di bulan Desember.

  • 2011

    BTPN meluncurkan Daya, program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan serta menjadi bagian intergral dari aktivitas bisnis BTPN. Bisnis Pendanaan memperkenalkan brand Sinaya, yang terhubung dengan inisiatif Daya. Pada tahun yang sama BTPN berhasil menyelesaikan uji coba bisnis Perbankan Komunitas Syariah (BTPN Syariah – Tunas Usaha Rakyat). BTPN memperluas jaringan layanan ATM-nya dengan jaringan ATM Prima selain jaringan ATM Bersama yang sudah ada. Kini, total jaringan yang terhubung mencapai lebih dari 57.331 ATM di seluruh Indonesia.

  • 2012

    Bisnis Perbankan Komunitas Syariah yaitu BTPN Syariah - Tunas Usaha Rakyat, tumbuh pesat, sampai akhir tahun telah melayani 28.927 sentra komunitas di Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur danmemberdayakan 444.000 nasabah di sentra komunitas.

    BTPN menyelesaikan program uji coba mobile banking baru yang diberi nama BTPN Wow! Program ini diluncurkan pada tahun 2013.

  • 2013

    Pembiayaan BTPN Syariah – Tunas Usaha Rakyat tumbuh dua kali lipat mencapai sekitar Rp1,4 triliun dan menyumbang 3% dari total kredit Bank. Jaringan Unit Syariah mencapai 69.500 Sentra di seluruh nusantara, yang memberdayakan lebih dari 931.500 nasabah di daerah pedesaan.  BTPN melakukan akuisisi atas Bank Sahabat yang akan dikonversikan menjadi bank syariah sebelum BTPN memisahkan unit syariahnya ke dalam entitas baru di atas tahun 2014.

    Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dari Jepang kini memiliki 24,3% saham BTPN melalui transaksi pembelian saham yang sebelumnya dimiliki oleh TPG Nusantara S.à r.l. dan pemegang saham lainnya.

  • 2014

    Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Jepang telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di BTPN dan menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 40%. SMBC merupakan bank terbesar kedua di Jepang berdasarkan nilai pasar dengan aset sebesar USD1,3 triliun. Hal ini menempatkan BTPN dalam posisi yang mapan, tidak hanya karena memiliki pemegang saham yang kuat, tetapi juga melalui SMBC, dapat akses pendanaan ke pasar uang regional dan internasional bila dibutuhkan.

  • 2015

    BTPN secara resmi meluncurkan BTPN Wow!, sebuah mobile digital platform dimana nasabah dengan perangkat telepon sederhana dan sinyal 1 bar sekali pun, dapat mendaftar dan membuka rekening tabungan dengan proses verifikasi yang dipermudah dan melakukan transaksi perbankan seperti simpanan, tarik tunai, transfer dana, pembayaran tagihan dan pengajuan permohonan kredit mikro serta pembelian produk asuransi mikro. Inovasi ini bertujuan agar nasabah terdorong melakukan aktifitas perbankan melalui telepon seluler, seakan-akan bank ada di tangan Anda. Melalui jaringan agen (branchless banking) BTPN dapat memperluas jangkauan layanan keuangan kepada masyarakat sampai ke pelosok. BTPN Wow! merupakan implementasi inovasi Laku Pandai yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).