08 Maret 2016

KUALITAS KREDIT TERJAGA, INVESTASI MENINGKAT BTPN MEMBUKUKAN PERTUMBUHAN KREDIT 13%


Jakarta, 8 Maret 2016 – Fokus dan konsisten melayani masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), termasuk masyarakat prasejahtera produktif (mass market), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2015.

 

Hal itu terlihat dari penyaluran kredit yang tumbuh moderat di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat sepanjang tahun lalu.  Pada 31 Desember 2015, BTPN membukukan kredit Rp58,6 triliun, tumbuh 13% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp52 triliun (year on year/yoy). Pencapaian ini lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional sepanjang 2015 yang berada pada kisaran 10%.

 

Pertumbuhan kredit dimotori oleh penyaluran dana ke segmen masyarakat prasejahtera produktif serta pelaku UMKM. Kredit prasejahtera produktif naik 47% (yoy) menjadi Rp3,7 triliun dan kredit UMKM naik 23% (yoy) menjadi Rp15,6 triliun. Kredit pensiun juga tumbuh 9% menjadi Rp37,9 triliun.

 

Kenaikan penyaluran kredit tetap diimbangi asas kehati-hatian yang tercermin dari tingkat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terjaga di 0,7%. Rasio itu jauh di bawah rata-rata NPL industri perbankan yang cenderung meningkat selama tiga triwulan terakhir.

 

“Meski situasi perekonomian masih menantang, kami senang BTPN tetap dapat bertumbuh sekaligus menjaga kualitas kredit  dengan baik,” kata Jerry Ng, Direktur Utama BTPN.

 

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi BTPN dalam memberikan program pemberdayaan bagi seluruh nasabahnya. Melalui Program Daya, sebuah program pelatihan dan pendampingan yang diberikan secara berkelanjutan dan terukur, BTPN terus berupaya meningkatkan kapasitas seluruh nasabah.

 

Hingga akhir Desember 2015, BTPN telah menyelenggarakan 101.976 aktivitas Daya. Sedangkan jumlah peserta Program Daya mencapai 1.410.368 nasabah. Data ini menunjukkan tingginya minat nasabah untuk mengikuti program pemberdayaan.

 

Inovasi juga menjadi kunci untuk bisa bertahan di tengah situasi yang penuh tantangan seperti saat ini. Sebagai bank yang memiliki visi untuk mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia, BTPN terus melakukan inovasi guna meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan dan jasa perbankan. 

 

Salah satu inovasi adalah meluncurkan BTPN Wow! pada 30 Maret 2015. BTPN Wow! merupakan brand BTPN untuk program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Layanan perbankan ini sangat praktis dan terjangkau, dengan memanfaatkan teknologi telepon genggam dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan BTPN.

 

Sejak diluncurkan hingga akhir Desember 2015, total agen BTPN Wow! mencapai lebih dari 21.000 agen dengan jumlah nasabah lebih dari 300.000 orang. “Data selama 9 bulan itu menunjukkan tingginya minat menabung masyarakat kecil. Bagi kami, layanan berbasis telpon seluler ini sangat strategis karena sebagian besar target pasarnya belum memiliki rekening, tinggal di desa dan jauh dari jangkauan layanan bank,” ujar Jerry. 

 

Hingga akhir Desember 2015, BTPN telah menanamkan investasi baru sebesar Rp380 miliar. Dana tesebut antara lain digunakan untuk inovasi membuat terobosan dalam memudahkan akses masyarakat ke perbankan melalui pengembangan infrastruktur, jaringan, dan teknologi. Investasi tersebut meningkat 478% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. “Biaya operasional kami tentu meningkat. Namun kami yakin, investasi ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi bisnis kami di masa mendatang,” lanjut Jerry. 

 

Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi, BTPN juga terus memperhatikan kecukupan likuiditas dan laju pertumbuhan kredit. Per 31 Desember 2015, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp60,3 triliun, tumbuh 13% dari periode yang sama tahun lalu Rp53,3 triliun. Tingkat rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) mencapai 97%. “Apabila memperhitungkan pendanaan dari obligasi dan pinjaman bilateral, total pendanaan mencapai Rp65,6 triliun atau meningkat 7% (yoy), dan rasio likuiditas BTPN berada di 89%, sangat kuat dan sehat,” kata Jerry.

 

Pertumbuhan yang moderat di sisi kredit, mendorong peningkatan aset BTPN sebesar 8% (yoy) dari Rp75 triliun menjadi Rp81 triliun pada 31 Desember 2015. Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 23,8%.

 

Dengan berbagai pencapaian tersebut, hingga akhir Desember 2015, BTPN mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp1,7 triliun, lebih rendah 9% dari periode tahun lalu sebesar Rp1,87 triliun. “Jika tidak memperhitungkan investasi baru senilai Rp380 miliar, laba kami sejatinya tumbuh positif. Ke depan, BTPN akan terus menyelaraskan obyektif jangka pendek berupa kinerja yang baik dan jangka panjang yakni melakukan investasi untuk menjaga pertumbuhan yang berkesinambungan,” tutup Jerry.

-oOo-


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk

Andrie Darusman – Communications & Daya Head

Telp: 021-30026200

Email: [email protected] atau [email protected]

 

Sekilas tentang Bank BTPN

Bank BTPN merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Bank BTPN memfokuskan diri untuk melayani segmen mass market yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Fokus bisnis tersebut didukung unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro, BTPN Mitra Bisnis – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah, BTPN Wow! – produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked, Jenius – platform perbankan digital untuk segmen consuming class, serta unit bisnis korporasi yang fokus melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.