27 Oktober 2021

Bank BTPN Gelar “Daya Fest 2021”, Festival Pemberdayaan bagi UMKM Indonesia


Jakarta, 27 Oktober 2021 – Pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat, terutama sektor UMKM yang terpukul akibat dampak perlambatan ekonomi dan lesunya daya beli masyarakat. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM ada 64 juta pelaku usaha Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 11 juta orang; dengan kontribusi mencapai 60,51% dari total PDB Indonesia, tidak dapat dipungkiri sektor UMKM adalah tulung punggung perekonomian Indonesia. Tantangan ekonomi di era pademi ini menuntut para pelaku UMKM untuk bisa berpikir dan beradaptasi lebih cepat agar dapat bertahan ditengah keterpurukan.

 

Berangkat dari semangat tersebut, Bank BTPN menggelar “Daya Fest 2021” festival pemberdayaan bagi pelaku UMKM, nasabah, dan khalayak umum melalui serangkaian kegiatan inspiratif dan informatif untuk mendukung gerakan #UMKMBangkit dan #UMKMMaju agar UMKM Indonesia dapat terus bergerak, berinovasi, serta bermakna sejalan dengan semangat Daya untuk membantu pelaku usaha memiliki kehidupan yang #LebihBerarti.

 

Rangkaian kegiatan DayaFest 2021 secara resmi dimulai hari ini (27/10) dengan kegiatan talk show webinar seputar bisnis menghadirkan narasumber dari kalangan pemerintah, pendiri dan pelaku wirausaha, praktisi, serta korporasi. Turut hadir dan membuka acara ini adalah Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso.

 

“Rangkaian kegiatan inspiratif yang dilangsungkan dalam DayaFest 2021 merupakan bentuk dukungan Bank BTPN terhadap keberlangsungan UMKM sekaligus wadah untuk mendorong kebangkitan UMKM di masa pandemi antara lain melalui akselerasi transformasi digital bagi pelaku UMKM. Hal ini sesuai dengan visi kami untuk ‘menjadi bank pilihan utama di Indonesia, yang dapat memberikan perubahan berarti dalam kehidupan jutaan orang, terutama dengan dukungan teknologi digital’,” tutur Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana.

 

Ongki menambahkan bahwa Bank BTPN melihat potensi penggunaan teknologi dan digital di Indonesia meningkat pesat sejak lima tahun silam yang mendorong lahirnya masyakarat melek digital (digital savvy). Hal ini yang kemudian menjadi inspirasi Bank BTPN untuk berperan serta mendorong transformasi digital pada sektor UMKM melalui program-program pemberdayaan keuangan berkelanjutan di bawah Program Daya.

 

Sejalan dengan aspirasi dari Bank BTPN, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keynote speech-nya memaparkan bahwa saat ini UMKM yang telah onboarding ke dalam ekosistem digital telah mencapai 15.9 juta (setara dengan 24.9%) dari target 30 juta UMKM di tahun 2024.

 

“Akselerasi digitalisasi UMKM menjadi kunci bagi para pelaku wirausaha untuk dapat bertahan dan bangkit di tengah tantangan pandemi. DayaFest memilki peran strategis dalam mengembangkan dan memperkuat pelaku wirausaha menciptakan inovasi, membuka peluang usaha, dan menggerakkan perekonomian melalui akselerasi teknologi dan digitalisasi di UMKM. Kegiatan ini kami harapkan dapat mendorong semangat pelaku UMKM dalam mengembangkan dan meningkatkan bisnisnya serta mendorong ekosistem wirausaha yang berbasis inovasi dan teknologi,” ujar Teten.

 

Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso dalam keynote speech-nya juga memaparkan beberapa program kebijakan OJK dalam mendorong UMKM diantaranya dengan melalukan perluasan akses keuangan melalui replikasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dilakukan oleh perbankan, membangun ekosistem pembiayaan berbasis digital, mendukung program digital kredit UMKM, terus meningkatkan jumlah UMKM onboarding ke dalam platform e-commerce supaya seluruh start up bisa memasukkan produk UMKM ke dalam market place-nya, menginisiasi program inklusi keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), serta turut mendukung pelaksanaan gerakan nasional ‘Bangga Buatan Indonesia’.

 

“Sektor jasa keuangan diharapkan dapat berkomitmen untuk terus memfasilitasi pengembangan ekosistem UMKM berbasis digital, memperluas akses pembiayaan UMKM dari hulu ke hilir, melakukan pembinaan dan pendampingan UMKM, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan UMKM. Kami berharap sinergi antara pelaku usaha, OJK, dan sektor jasa keuangan ini dapat terus terjalin agar dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM sehingga UMKM kita akan menjadi UMKM yang petarung bukan hanya domestik tapi juga internasional,” kata Wimboh.

 

Apresiasi kepada penyelenggaraan Bank BTPN DayaFest 2021 juga disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekomomi Kreatif Sandiaga S. Uno, “Saya berharap hadirnya kegiatan ini akan semakin memberi ruang bagi para pelaku UMKM khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat terus bergerak maju. Saya yakin melalui strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi, para pelaku UMKM Indonesia mampu bangkit mengejar ketertinggalan dan mampu bersaing di masa penuh tantangan serta memanfaatkan peluang untuk menjadi pemenang. Semoga kegiatan ini juga semakin memperkokoh peran Bank BTPN dalam mendukung #UMKMBangkit dan #UMKMMaju di tanah air demi hidup #LebihBerarti.”

 

Selain kegiatan talk show inspiratif, rangkaian kegiatan pemberdayaan di DayaFest 2021 juga akan mengadakan Kompetisi Ide Bisnis yang bertujuan untuk memberikan ruang dan motivasi kepada pelaku wirausaha untuk merealisasikan ide-ide bisnis yang inovatif, inspiratif, dan bermakna. Ide bisnis harus mencakup tiga aspek yaitu berdampak sosial, ramah lingkungan, serta menggunakan platform digital. Selain mendapatkan uang tunai, pemenang ‘Kompetisi Ide Bisnis’ ini akan mendapatkan pendampingan serta pelatihan dalam mewujudkan ide bisnisnya dari para ahli yang digandeng oleh Bank BTPN.

 

Sebagai kelanjutan dari Daya Fest 2021, Bank BTPN juga akan menggelar ‘Selendang Mayang Online’. Selendang Mayang merupakan acara tahunan Bank BTPN yang bertujuan memberikan wadah bagi nasabah pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Setelah lima tahun berjalan, acara Selendang Mayang mendapatkan respon positif baik dari pengusaha maupun dari penikmat barang-barang hasil industri rumahan. Tahun 2019 lalu, ada 100 pelaku UMKM berpartisipasi dalam acara ini. Berbeda dengan konsep sebelumnya, ‘Selendang Mayang Online’ hadir mengusung konsep online beradaptasi dengan transformasi digital ditengah para pelaku UMKM dan bertujuan untuk memberikan kesempatan serta pengalaman baru berjualan yang akan berlangsung dari 28 Oktober 2021 hingga akhir Januari 2022.

 

“Dengan adanya seluruh rangkaian kegiatan pemberdayaan ini, Bank BTPN berharap untuk bisa terus mendukung dan menjadi bagian dalam perkembangan serta kemajuan UMKM di Indonesia demi kehidupan yang #LebihBerarti,” tutup Ongki.

 

JAKARTA, 27/10 – Daya Fest 2021 Resmi Dimulai Hari Ini. “DayaFest 2021” festival pemberdayaan, yang diselenggarakan oleh Bank BTPN bagi pelaku UMKM, nasabah, dan khalayak umum secara resmi dibuka dan mulai digulirkan hari ini. DayaFest 2021 merupakan bentuk dukungan Bank BTPN sekaligus wadah untuk mendorong kebangkitan UMKM di masa pandemi melalui serangkaian kegiatan inspiratif dan informatif untuk mendukung #UMKMBangkit dan #UMKMMaju sejalan dengan semangat Daya untuk membantu pelaku usaha memiliki kehidupan yang #LebihBerarti. Salah satu tema webinar hari ini adalah membahas tentang “Kompetisi Ide Bisnis – Strategi Perencanaan Bisnis Pada Tahap Awal” dengan narasumber Direktur Kepatuhan Bank BTPN Dini Herdini dan Founder Men’s Republic (Forbes 30 Under 30 Asia) Yasa Singgih.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk

Andrie Darusman – Communications & Daya Head

Telp: 021-30026200

Email: [email protected] atau [email protected]

 

Sekilas tentang Bank BTPN

Bank BTPN merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Bank BTPN memfokuskan diri untuk melayani segmen mass market yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Fokus bisnis tersebut didukung unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro, BTPN Mitra Bisnis – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah, BTPN Wow! – produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked, Jenius – platform perbankan digital untuk segmen consuming class, serta unit bisnis korporasi yang fokus melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.