26 Juni 2013

PERLUAS AKSES FINANSIAL BAGI MASYARAKAT PRA-SEJAHTERA PRODUKTIF


Jakarta, 25 Juni 2013  -  Konsisten melayani dan memberdayakan segmen masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro & kecil, termasuk masyarakat pra-sejahtera produktif, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) terus mengembangkan bisnisnya yang berfokus pada pelayanan dan pemberdayaan mass market. Salah satu langkah strategis adalah dengan rencana mengembangkan unit usaha Syariah BTPN (UUS BTPN) menjadi bank umum syariah (BUS).

Saat ini UUS BTPN difokuskan untuk melayani  dan memberdayakan perempuan dari keluarga pra-sejahtera dan cukup sejahtera. Dalam layanannya  BTPN Syariah menitikberatkan pada dua komponen inti, yaitu pemberdayaan perempuan dan program finansial terpadu untuk masa depan yang lebih baik.

“Sejalan dengan inisiatif keuangan inklusi, BTPN selama ini berfokus mengembangkan bisnis yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perbankan segmen masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro & kecil, termasuk bagi masyarakat pra-sejahtera produktif. Berdasarkan data tingginya kebutuhan perempuan dari keluarga pra-sejahtera produktif untuk mendapatkan akses layanan perbankan, kami berinovasi  mendesain sebuah model bisnis yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” tutur Anika Faisal, Direktur BTPN.  

Lebih lanjut Anika menjelaskan bahwa segmen ini bukan hanya membutuhkan akses keuangan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas mereka sehingga usahanya dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dalam kurun waktu sekitar 2 tahun, perempuan pra-sejahtera produktif yang telah dilayani BTPN Syariah per 31 Maret 2013 mencapai 571 ribu, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 247% atau mencapai Rp 621 miliar, dimana rata-rata pinjaman adalah sebesar Rp 1,5 juta rupiah.

Dalam rangka memperluas akses finansial bagi segmen perempuan pra-sejahtera produktif tersebut, BTPN berencana untuk mengembangkan UUS nya menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Sebagai bagian dari rencana tersebut, BTPN melakukan penandatanganan perjanjian untuk menjadi pemegang saham di Bank Sahabat, Jumat (21/6).

Penandatanganan perjanjian tersebut merupakan bentuk komitmen kedua bank terhadap rencana BTPN untuk melakukan penyertaan modal di Bank Sahabat, termasuk rencana mengkonversi Bank Sahabat mengikuti prinsip-prinsip perbankan syariah yang akan menjadi platform bisnis barunya.

Kedua bank melihat ada peluang yang sangat besar pada perbankan syariah, utamanya dalam melayani segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan pra-sejahtera produktif yang selama ini menempati piramida ekonomi paling bawah.

“Ke depan, persaingan di industri perbankan semakin menantang. Dibutuhkan inovasi dan pengembangan jaringan untuk memberikan pelayanan terbaik. Untuk itu,  kami sepakat terus mengembangkan UVP yang kuat dalam melayani segmen pra-sejahtera produktif, melalui pemberian pinjaman yang terintegrasi dengan program pemberdayaan,” lanjut Anika.

Dalam rencana penyertaan modal ini, sejak awal, seluruh pihak menjunjung tinggi serta mematuhi norma dan perundangan yang berlaku. Manajemen BTPN maupun pemegang saham Bank Sahabat telah melalui serangkaian proses konsultasi dan komunikasi secara intensif dengan regulator. Saat ini  proses pengajuan ijin atas langkah penyertaan modal masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia (BI) selaku regulator.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk

Andrie Darusman – Communications & Daya Head

Telp: 021-30026200

Email: [email protected] atau [email protected]

 

Sekilas tentang Bank BTPN

Bank BTPN merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Bank BTPN memfokuskan diri untuk melayani segmen mass market yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Fokus bisnis tersebut didukung unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro, BTPN Mitra Bisnis – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah, BTPN Wow! – produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked, Jenius – platform perbankan digital untuk segmen consuming class, serta unit bisnis korporasi yang fokus melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.