15 Mei 2017

Kisah Farida Mengajak Warga Menabung dengan Sampah


Menabung tidak harus dengan uang tunai. Begitulah kiranya prinsip yang ditanamkan oleh Farida Masrurin (35), salah seorang warga di Desa Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

 

Perempuan yang kesehariannya sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sutojayan itu telah berhasil meyakinkan banyak orang di sekitarnya bahwa simpanan bisa dilakukan dengan sampah.

 

Saat ini, ibu satu anak itu menjadi koordinator Bank Sampah Hidup Maju yang dirintisnya sejak awal tahun 2014. Sejak saat itu, ia membuka kesempatan kepada warga untuk menabung dengan sampah.

 

"Kita ingin mengajarkan bahwa yang remeh temeh bisa diuangkan. Biasanya sampah itu kan dibuang," katanya saat ditemui di lokasi Bank Sampah Hidup Maju di Desa Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jumat (5/5/2017) malam.

 

Mula-mula, sampah anorganik yang dibawa oleh warga ditimbang untuk diketahui bobotnya. Setelah itu, sampah yang sudah ditimbang itu dinilai dengan rupiah sesuai dengan harga sampah yang telah ditetapkan. Selanjutnya, uang hasil penjualan itu ditabung.

 

"Hasil penjualan langsung ditabung," katanya.

 

Tidak mudah bagi Farida untuk mengajak warga ikut menabung dengan sampah. Sebab, budaya menabung warga masih sangat rendah. Apalagi nilai tabungannya sedikit.

 

"Susah menyadarkan mereka bahwa menabung itu bisa mulai dari sedikit," sebutnya.

 

Namun demikian, upaya perempuan kelahiran 20 Februari 1982 itu secara perlahan mengajak warga untuk menyetor sampah. Saat ini sudah ada 1.450 warga yang rutin menabung dengan sampah.

 

Warga yang menabung dengan sampah itu berasal dari 11 desa. Yaitu Desa Bajem, Sukorejo, Sumberejo, Jenglong, Jegu dan Kaulon. Selain itu juga ada Desa Kembang Arum, Kalipang, Kedong Bunder, Sutojayan dan Pandan Arum.

 

Penyetoran sampah dibuka hanya satu kali dalam seminggu. Yakni setiap Hari Sabtu. Masing - masing warga tidak menabung dengan jumlah banyak. Ada yang nilainya hanya Rp 1.000, Rp 3.000, ada juga sampai Rp 35.000.

 

Biasanya, tabungan warga melalui sampah itu diambil sekali dalam setahun. Yakni saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

"Biasanya diambil satu tahun sekali setiap sebelum Lebaran," katanya.

 

Farida mengatakan, sampah-sampah hasil tabungan warga tidak seluruhnya dijual. Sebagian ada yang dibuat kerajinan oleh ibu - ibu PKH. Kerajinan itu berupa piring dari gelas minuman, tempat air mineral dan tempat tisu serta tas.

 

Laku pandai

Keyakinan warga untuk menabung melalui sampah itu bertambah setelah Farida menjadi agen salah satu laku pandai sebuah bank.

 

"Melalui BTPN Wow! mereka lebih percaya karena melihatnya (jumlah tabungan) mudah. Kalau pakai buku itu lihatnya hanya satu bulan sekali. Tapi kalau pakai Wow! bisa lihat sewaktu - waktu. Tidak ada biaya administrasi," ucapnya.

 

BTPN Wow! sendiri merupakan produk laku pandai dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk.

 

Ia mengatakan, dirinya menjadi agen bank tersebut sejak tahun 2016. Praktis, sejak saat itu, semua warga yang rutin menabung dengan sampah menjadi nasabahnya.

 

Menurut dia, dengan produk laku pandai tersebut, tabungan sampah yang awalnya memakai sistem pencatatan menjadi lebih praktis, yakni dari konvensional beralih ke sistem digital. 

 

Sementara itu, Executive Vice President Product and Customer Experience Head BTPN, Achmad Nusjirwan Sugondo mengatakan, BTPN Wow! merupakan produk laku pandai yang menyasar kalangan yang belum memiliki akses untuk mendapatkan rekening bank.

 

Menurut dia, setiap orang berkesempatan untuk menjadi agen laku pandai tersebut. Asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Di antaranya harus memiliki bisnis permanen selama lebih dua tahun, mengikuti training, dapat sertifikasi, serta tidak masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia.

 

"Dan menyetorkan modal kerjanya di bank," jelasnya.

 

Sumber:

(KOMPAS.com / Andi Hartik)

http://regional.kompas.com/read/2017/05/06/07183591/kisah.farida.mengajak.warga.menabung.dengan.sampah


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk

Andrie Darusman – Daya & Corporate Communications Head

Telp: 021-30026200

Email: [email protected] atau [email protected]