Siaran Pers : Bank BTPN

24 Oktober 2017

Fokus Pada Inovasi Investasi BTPN Bertumbuh 77%


JAKARTA, 23 OKTOBER 2017 – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) terus melakukan inovasi dalam produk dan layanan agar relevan dengan masyarakat penggunanya. Sepanjang sembilan bulan pertama 2017, perseroan telah menanamkan investasi Rp624 miliar, meningkat 77% dibandingkan nilai investasi pada kurun waktu yang sama tahun lalu Rp353 miliar.

 

“Selama tiga tahun terakhir, kami telah menanamkan investasi lebih dari Rp1,4 triliun untuk mengembangkan dua platform digital. Kami optimistis investasi ini kelak memberikan dampak substansial pada perusahaan, khususnya melalui pertambahan signifikan jumlah titik pelayanan nasabah dalam kurun waktu yang singkat. Terobosan berupa digitalisasi pada proses dan layanan yang kami lakukan untuk menambah jumlah alternative channels pelayanan nasabah telah mempengaruhi dinamika persaingan industri,” ungkap Direktur Utama BTPN Jerry Ng.  

 

Saat ini, BTPN telah memiliki dua platform digital banking untuk melayani dua segmen yang berbeda. Pertama, BTPN Wow! yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat menengah bawah yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Kedua, platform Jenius untuk segmen consuming-class yang diperkenalkan ke publik pada Agustus 2016.

 

BTPN Wow! adalah layanan perbankan bagi mass market yang memanfaatkan teknologi telepon genggam dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan bank untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok Indonesia. Sejak diluncurkan pada Maret 2015 hingga akhir September 2017, BTPN Wow! telah memiliki 4,3 juta nasabah yang dilayani oleh lebih dari 200.000 agen.

 

Sementara itu, Jenius merupakan inovasi digital banking untuk segmen kelompok masyarakat yang identik dengan masyarakat urban dan melek teknologi. Jenius adalah sebuah revolusi dalam bidang perbankan dengan proses digitalisasi yang dimulai sejak awal. Melalui Jenius, masyarakat dapat membuka rekening bank tanpa perlu datang ke kantor cabang dan menikmati berbagai layanan perbankan melalui aplikasi.

 

Melalui berbagai inovasi yang telah dilakukan, kepercayaan masyarakat terhadap BTPN kian meningkat.  Total pendanaan (funding) tumbuh 9% (year-on-year/yoy) dari Rp68,8 triliun pada akhir September 2016 menjadi Rp74,9 triliun pada akhir September 2017. Sejalan dengan pertumbuhan DPK, penyaluran kredit juga tumbuh 5% (yoy) dari Rp62,6 triliun pada akhir September 2016 menjadi Rp65,8 triliun pada akhir September 2017. Prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit tetap menjadi perhatian utama yang terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di level 0,9%.

 

Disokong oleh kinerja positif, aset BTPN tumbuh 9% (yoy) dari Rp86,1 triliun menjadi Rp93,8 triliun. Sementara itu rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) terjaga di 24,8%.

 

“Kami bersyukur atas kinerja BTPN pada triwulan ketiga ini. Pencapaian ini mencerminkan bahwa strategi kami dalam melakukan transformasi perusahaan dan fokus pada inovasi digital guna meningkatkan pelayanan kepada para nasabah merupakan langkah yang tepat,” ujar Jerry.

 

Berbagai terobosan inovasi digital tersebut tidak membuat BTPN abai pada misinya sebagai bank mass market yang fokus pada penciptaan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti. Melalui program pemberdayaan yang dikenal dengan Program Daya, BTPN melakukan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan dan terukur untuk meningkatkan kapasitas para nasabah. Sampai dengan Triwulan III-2017, BTPN telah menyelenggarakan 87.821 pelatihan Daya dengan jumlah peserta 486.994 nasabah.

 

“Sejalan dengan rencana besar untuk menjadi bank digital terbaik di Tanah Air, digitalisasi juga akan diadopsi untuk bisnis existing kami. Termasuk akan me-leverage teknologi untuk program pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kapasitas nasabah, atau Program Daya. Saat ini BTPN tengah mengelaborasi Program Daya Digital untuk menciptakan aktivitas pendampingan yang lebih luas dan efektif,” kata Jerry.

 

Dengan langkah inovasi digital yang dilakukan, laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) perusahaan tercatat menjadi Rp1,4 triliun. “Jika kita tidak memperhitungkan investasi baru, laba korporasi mencapai Rp1,8 triliun,” pungkas Jerry.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk
Andrie Darusman – Communications & Daya Head
Email: [email protected] atau [email protected]

 

Sekilas tentang Bank BTPN

PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) pada Februari 2019. Bank BTPN melayani berbagai segmen yang ada di industri perbankan, mulai dari ritel hingga korporasi, termasuk para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Layanan kami tersedia di unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya—unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti—unit bisnis yang melayani nasabah pensiunan, BTPN Bisnis Mikro—unit bisnis yang melayani pelaku usaha mikro, BTPN Business Banking—unit bisnis yang melayani pelaku usaha kecil dan menengah, Jenius—platform perbankan digital untuk segmen consuming class, dan unit bisnis korporasi yang melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk yang melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.