19 Oktober 2015

KUALITAS KREDIT TERJAGA, INVESTASI MENINGKAT BTPN BUKUKAN PERTUMBUHAN KREDIT 11% DENGAN RASIO NPL 0,8%


Jakarta, 19 Oktober 2015 – Fokus dan konsisten melayani masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), termasuk masyarakat prasejahtera produktif (mass market), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) terus memperkuat perannya dalam memberdayakan masyarakat dari segmen tersebut.

Hal itu terlihat dari penyaluran kredit yang tumbuh moderat di tengah perekonomian yang masih menantang. Pada 30 September 2015, BTPN membukukan kredit Rp56,9 triliun, tumbuh 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp51,1 triliun (year on year/yoy).

Pertumbuhan kredit dimotori oleh peningkatan kredit ke segmen masyarakat prasejahtera produktif serta pelaku UMKM. Kredit prasejahtera produktif naik 46% (yoy) menjadi Rp3,2 triliun dan kredit UMKM naik 31% (yoy) menjadi Rp15,2 triliun. “Data ini memperlihatkan tingginya kebutuhan pendanaan di kelompok masyarakat bawah, serta aktivitas UMKM yang tetap menggeliat di tengah perekonomian yang menantang. Kami senang, dalam situasi ini dapat terus meningkatkan partisipasi dalam membiayai UMKM,” kata Jerry Ng, Direktur Utama BTPN.

Kenaikan penyaluran kredit tetap diimbangi dengan asas kehati-hatian yang tercermin dari tingkat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terjaga di 0,8%. Rasio tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan data rata-rata NPL industri perbankan yang cenderung meningkat selama tiga triwulan terakhir. “Kami bersyukur, BTPN tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal di tengah situasi perekonomian yang menantang. Pertumbuhan kredit sebesar 11% dengan NPL terjaga di 0,8% menunjukkan kami masih ekspansif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” ungkap Jerry.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi BTPN dalam memberikan program pemberdayaan bagi seluruh nasabahnya. Melalui Program Daya, sebuah program pelatihan dan pendampingan yang diberikan secara berkelanjutan dan terukur, BTPN terus berupaya meningkatkan kapasitas seluruh nasabah.

Hingga akhir September 2015, BTPN telah menyelenggarakan 24.366 aktivitas Daya. Sedangkan jumlah peserta Program Daya mencapai 347.964 nasabah. Data ini menunjukkan tingginya minat nasabah untuk mengikuti program pemberdayaan.

Guna meningkatkan perannya dalam memberdayakan segmen mass marketdan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, BTPN juga terus melakukan inovasi. Salah satu bentuk inovasi terkini adalah meluncurkan BTPN Wow!.

BTPN Wow! merupakan brand BTPN untuk program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BTPN Wow! merupakan layanan perbankan yang praktis dan terjangkau, dengan memanfaatkan teknologi telepon genggam dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan BTPN.

“Kami meyakini layanan ini dapat meningkatkan akses masyarakat ke sistem perbankan. Bagi BTPN, layanan berbasis telpon selular ini sangat strategis karena sebagian besar target pasarnya belum memiliki rekening, tinggal di desa dan jauh dari jangkauan layanan bank,” ujar Jerry.

Ke depan, BTPN akan terus berinovasi dan melakukan investasi guna membuat terobosan untuk memudahkan akses masyarakat ke bank. Hingga akhir September 2015, BTPN telah menanamkan investasi baru sebesar Rp225 miliar untuk pengembangan infrastruktur, jaringan dan teknologi. Investasi tersebut meningkat 619% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. “Investasi baru ini tentu meningkatkan biaya operasional kami. Tapi, kami yakin, investasi ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi bisnis kami di masa mendatang,” lanjut Jerry.

Selain inovasi, untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi, BTPN juga terus memperhatikan kecukupan likuiditas dan laju pertumbuhan kredit. Per 30 September 2015, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp59 triliun, tumbuh 12% dari periode yang sama tahun lalu Rp52,6 triliun. Tingkat rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) mencapai 96%, lebih baik dari posisi tahun lalu yang berada di level 97%. “Apabila memperhitungkan pendanaan dari obligasi dan pinjaman bilateral, rasio likuiditas BTPN berada di 87%, sangat kuat dan sehat,” kata Jerry.

Pertumbuhan yang moderat di sisi kredit, mendorong peningkatan aset BTPN sebesar 12% (yoy) dari Rp71,7 triliun menjadi Rp80,1 triliun pada 30 September 2015. Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 23,8%.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, hingga akhir September 2015, BTPN mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp1,38 triliun, lebih rendah 3% dari periode tahun lalu sebesar Rp1,42 triliun. “Jika tidak memperhitungkan investasi baru, laba kami sejatinya tumbuh positif. Kami optimistis, ke depan BTPN akan lebih baik lagi,” tutup Jerry.

-oOo-


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk

Andrie Darusman – Communications & Daya Head

Telp: 021-30026200

Email: [email protected] atau [email protected]

 

Sekilas tentang Bank BTPN

Bank BTPN merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Bank BTPN memfokuskan diri untuk melayani segmen mass market yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Fokus bisnis tersebut didukung unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro, BTPN Mitra Bisnis – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah, BTPN Wow! – produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked, Jenius – platform perbankan digital untuk segmen consuming class, serta unit bisnis korporasi yang fokus melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.