24 Maret 2017

RUPS BTPN Sepakati Bagi Dividen Rp574,5 miliar


JAKARTA, 24 Maret 2017: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) sepakat untuk memberikan persetujuan atas Laporan Keuangan 31 Desember 2016 dan membagikan dividen tahun buku 2016 sebesar Rp574,5 miliar atau Rp100 per lembar saham.

 

“Selama delapan tahun terakhir BTPN selalu mempertahankan dan menginvestasikan kembali seluruh laba tahunan sehingga memiliki Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang kuat mencapai 25%. Kami merasa ini adalah saat yang tepat untuk mulai membagikan dividen sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya selama ini,” kata Direktur Utama BTPN Jerry Ng.

 

Pembagian dividen ini merupakan yang pertama kalinya sejak BTPN melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana pada Maret 2008 silam. Dividen yang dibagikan mencapai 39% dari laba non-konsolidasi BTPN pada tahun buku 2016 sebesar Rp1,46 triliun. Penetapan besaran dividen tersebut dilakukan dengan memperhatikan fundamental perusahaan.

 

Secara konsolidasi, per 31 Desember 2016, total aset BTPN mencapai Rp91,4 triliun atau tumbuh 13% dibandingkan posisi 31 Desember 2015 yang tercatat Rp81 triliun. Sementara itu, CAR sebesar 25%, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang terjaga di level yang sangat rendah, 0,8%, dan rasio likuiditas (Loan to Funding Ratio/LFR) di angka 86%. Beberapa indikator keuangan ini menunjukkan kondisi fundamental yang sehat dan kuat serta mampu menopang target perusahaan. 

 

Ke depan, BTPN akan terus melakukan berbagai inovasi untuk dapat menopang visi menjadi bank mass market terbaik yang dapat mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia. “Kami optimistis ke depannya kinerja BTPN akan semakin baik meskipun kondisi perekonomian masih cukup menantang,” kata Jerry.

 

Selain menetapkan pembagian dividen tahun buku 2016, RUPST juga menyetujui perubahan pada susunan anggota komisaris. RUPST menyepakati pergantian anggota dewan komisaris sebelumnya yakni Hiroshi Higuma dengan Shinichi Nakamura. Dengan perubahan tersebut, maka susunan anggota Dewan Komisaris BTPN adalah Mari Elka Pangestu sebagai Komisaris Utama (Independen), Arief T Surowidjojo sebagai Komisaris (Independen), Irwan Mahjudin Habsjah sebagai Komisaris (Independen), Chow Ying Hoong sebagai Komisaris dan Shinichi Nakamura sebagai Komisaris.

 

Shinichi Nakamura (54 tahun) adalah warga negara Jepang, saat ini menjabat sebagai Senior General Manager of Emerging Markets Business Division di Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) di Singapura. Dia adalah peraih gelar Bachelor of Laws dari Kyoto University tahun 1985 dan Master of Laws (LL.M) dari University of Illinois at Urbana Champaign, School of Law pada tahun 1989.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk

Andrie Darusman – Communications & Daya Head

Telp: 021-30026200

Email: [email protected] atau [email protected]

 

Sekilas tentang Bank BTPN

Bank BTPN merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Bank BTPN memfokuskan diri untuk melayani segmen mass market yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Fokus bisnis tersebut didukung unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro, BTPN Mitra Bisnis – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah, BTPN Wow! – produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked, Jenius – platform perbankan digital untuk segmen consuming class, serta unit bisnis korporasi yang fokus melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.