Siaran Pers : Bank BTPN

20 Januari 2014

RUPSLB BTPN SETUJUI PENYERTAAN MODAL DI BANK SAHABAT


Jakarta, 20 Januari 2014  -  Konsisten mendorong akses finansial bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro & kecil, termasuk masyarakat pra-sejahtera produktif (mass market), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) terus mengembangkan bisnisnya yang berfokus pada pelayanan dan pemberdayaan masyarakat pada segmen ini.

 

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan rencana mengembangkan Unit Usaha Syariah (UUS) BTPN  menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Sebagai bagian dari rencana tersebut, pada hari ini (20/1), BTPN menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan dari pemegang saham untuk mengambil alih 70% saham PT Bank Sahabat Purba Danarta (Bank Sahabat) sehingga BTPN menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali.

 

Pemegang saham sekaligus memberikan persetujuan kepada BTPN bahwa setelah menjadi pemegang saham pengendali dalam Bank Sahabat (yang akan diubah namanya menjadi PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (PT BTPN Syariah)), BTPN akan melakukan pemisahan atas Unit Usaha Syariah yang sekarang dimiliki kepada Bank Sahabat, dengan tidak mengurangi izin atau persetujuan instansi yang berwenang. Hal itu dilakukan setelah Bank Sahabat dikonversi mengikuti prinsip-prinsip perbankan syariah yang akan menjadi platform bisnis barunya.

 

“Setelah RUPSLB ini, langkah kami selanjutnya adalah menunggu regulator menerbitkan izin konversi Bank Sahabat menjadi bank syariah dan izin pemisahan (spin off) UUS BTPN,” kata Anika Faisal, Direktur BTPN.

 

Dalam rencana penyertaan modal ini, sejak awal seluruh pihak menjunjung tinggi serta mematuhi norma dan perundangan yang berlaku. Manajemen BTPN maupun pemegang saham Bank Sahabat telah melalui serangkaian konsultasi dan komunikasi secara intensif dengan regulator.

 

Saat ini UUS BTPN difokuskan untuk melayani  dan memberdayakan perempuan dari keluarga pra-sejahtera dan cukup sejahtera. Dalam layanannya, UUS BTPN menitikberatkan pada dua komponen inti, yaitu pemberdayaan perempuan dan program finansial terpadu untuk masa depan yang lebih baik.

 

“Sejalan dengan inisiatif keuangan inklusi, BTPN selama ini berfokus mengembangkan bisnis yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perbankan segmen masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro & kecil, termasuk bagi masyarakat pra-sejahtera produktif. Berdasarkan data tingginya kebutuhan perempuan dari keluarga pra-sejahtera produktif untuk mendapatkan akses layanan perbankan, kami berinovasi mendesain sebuah model bisnis yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” tutur Anika.  

 

Lebih lanjut Anika menjelaskan bahwa segmen ini bukan hanya membutuhkan akses keuangan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas mereka sehingga usahanya dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, per 30 September 2013,  perempuan pra-sejahtera produktif yang telah dilayani UUS BTPN mencapai 754 ribu nasabah, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 188% atau mencapai Rp 1,01 triliun. Rata-rata pinjaman adalah Rp 1,5 juta per nasabah.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk
Andrie Darusman – Communications & Daya Head
Email: [email protected] atau [email protected]

 

Sekilas tentang Bank BTPN

PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) pada Februari 2019. Bank BTPN melayani berbagai segmen yang ada di industri perbankan, mulai dari ritel hingga korporasi, termasuk para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Layanan kami tersedia di unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya—unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti—unit bisnis yang melayani nasabah pensiunan, BTPN Bisnis Mikro—unit bisnis yang melayani pelaku usaha mikro, BTPN Business Banking—unit bisnis yang melayani pelaku usaha kecil dan menengah, Jenius—platform perbankan digital untuk segmen consuming class, dan unit bisnis korporasi yang melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk yang melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.