17 Oktober 2011

PEMBERDAYAAN NASABAH MENOPANG KONSISTENSI KINERJA BTPN


Penyaluran Kredit Tumbuh 31%

Jakarta, 17 Oktober 2011 – Selaras dengan visi untuk menjadi bank mass market terbaik, mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) secara konsisten terus mengembangkan bisnis dan program pemberdayaan bagi nasabah mass market.
 
Program pemberdayaan nasabah mass market yang telah dilaksanakan BTPN selama 2 tahun, me-rupakan salah satu faktor penting yang diyakini mampu menopang kinerja prima BTPN yang berkelanjutan. Program pemberdayaan yang dikenal dengan nama “DAYA” ini secara rutin diselenggarakan bagi nasabah pensiun, pelaku usaha mikro & kecil (UMK), dan komunitas pra-sejahtera produktif.
 
“Daya adalah program pemberdayaan mass market yang terintegrasi dalam produk dan layanan serta kegiatan sehari-hari di setiap kantor cabang BTPN.  Dengan mengintegrasikan Daya dalam layanan perbankan, kami menawarkan kesempatan tumbuh kepada jutaan mass market di Indonesia, yang menjadi fokus utama  BTPN.  Daya sekaligus menjadi keunikan yang membedakan BTPN dari pesaing,” ungkap Djemi Suhenda – Wakil Direktur Utama BTPN. “
 
DAYA memiliki 3 pilar program, terdiri dari :
1. DAYA Sehat Sejahtera, berisikan pemberian informasi dan konsultasi seputar isu kesehatan fisik dan jasmani,  serta pemeriksaan kesehatan untuk tujuan promotif dan preventif.
2. DAYA Tumbuh Usaha, berisikan sentra informasi tumbuh usaha, pelatihan praktis keterampilan wirausaha dan micro business franchise.
3. DAYA Tumbuh Komunitas, program adopsi komunitas untuk peningkatkan keterampilan, keberhasilan usaha dan kesehatan, serta membuka akses pemasaran.
 
Hingga saat ini, program pemberdayaan tersebut telah menjangkau lebih dari 900.000 nasabah pensiunan, pelaku UMK dan komunitas pra-sejahtera produktif , melalui aktivitas atau kelas pelatihan yang dilaksanakan di lebih dari 1.100 jaringan kantor BTPN di seluruh Indonesia.
 
Kinerja Prima BTPN
Secara konsisten, kinerja prima BTPN terus tumbuh secara berkelanjutan. Pada triwulan ketiga 2011, penyaluran kredit mencapai Rp 28,5 triliun atau tumbuh 31% dibanding periode yang sama tahun 2010 yang tercatat Rp 21,8 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit diimbangi dengan asas kehati-hatian yang tercermin dalam rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang terjaga pada level 0,45% (net).
 
BTPN juga membukukan peningkatan penghimpunan dana masyarakat. Pada triwulan ketiga 2011 total Dana Pihak Ketiga (DPK) BTPN mencapai Rp 32,8 triliun, meningkat 34% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 24,5 triliun. Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio – CAR) mencapai 20,9%, sehingga kedepan BTPN memiliki ruang yang cukup untuk bertumbuh.

Dengan pertumbuhan kinerja yang solid tersebut, pada triwulan ketiga 2011 total aset BTPN mencapai Rp 43,4 triliun atau tumbuh 41% dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yang tercatat Rp 30,8 triliun. Per 30 September 2011, laba bersih BTPN tumbuh 66% mencapai Rp 958,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yang tercatat Rp 577,5 miliar.
 
Saat ini BTPN telah melayani lebih dari 1.000.000 nasabah, melalui lebih dari 1.100 jaringan kantor yang telah beroperasi secara online realtime, yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
 
“Kami akan terus melakukan inovasi dan memperluas jangkauan pelayanan kami untuk menawarkan layanan unik perbankan BTPN kepada jutaan mass market yang masih belum terlayani oleh perbankan, dengan tetap menjaga kinerja prima berkelanjutan,” jelas Djemi menutup pembicaraan.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk

Andrie Darusman – Communications & Daya Head

Telp: 021-30026200

Email: [email protected] atau [email protected]

 

Sekilas tentang Bank BTPN

Bank BTPN merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Bank BTPN memfokuskan diri untuk melayani segmen mass market yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Fokus bisnis tersebut didukung unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro, BTPN Mitra Bisnis – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah, BTPN Wow! – produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked, Jenius – platform perbankan digital untuk segmen consuming class, serta unit bisnis korporasi yang fokus melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.