18 Juli 2011

PEMBERDAYAAN KUNCI UTAMA PERTUMBUHAN BISNIS BTPN


Kredit Tumbuh 33%

Jakarta – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) kembali membukukan kinerja prima pada semester pertama 2011. Selaras dengan visi untuk menjadi bank mass market terbaik, mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia, BTPN secara konsisten terus mengembangkan bisnis dan program pemberdayaan untuk mass market.

Dalam 2 tahun terakhir ini, BTPN telah mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan terukur untuk nasabah purnabakti berupa program Pensiun Sehat & Sejahtera (PSS) dan program C2G  (Capacity to Grow) untuk nasabah pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Sampai kini, kedua program pemberdayaan tersebut telah menjangkau lebih dari 800.000 pensiunan dan pelaku UMK, melalui hampir 10.000 aktivitas dan atau kelas pelatihan yang dilaksanakan di lebih dari 1.100 jaringan kantor BTPN di seluruh Indonesia.

”Dalam mengelola bisnis, selain berpeluang menghasilkan kinerja prima, kami percaya memiliki panggilan untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi lingkungan dimana kami mengembangkan usaha. Kami meyakini, keterlibatan kami dalam membangun lingkungan nasabah, akan berdampak positif terhadap pertumbuhan kapasitas nasabah sekaligus juga meningkatkan pertumbuhan kinerja BTPN,” jelas Jerry Ng, Direktur Utama BTPN.

Program pemberdayaan nasabah ini merupakan salah satu kunci utama pertumbuhan kinerja prima BTPN secara berkelanjutan. Jerry menyatakan, ”Program pemberdayaan yang kami lakukan mendapat tanggapan sangat positif dari nasabah. Peserta program menyatakan kepuasan dan manfaat yang diterima dengan mengikuti program-program pemberdayaan tersebut. Berdasarkan pengukuran yang kami lakukan, rata-rata tingkat kepuasan nasabah baik Pensiun maupun UMK mencapai 90%. Hal ini semakin menguatkan keyakinan kami untuk terus membangun kapasitas nasabah secara berkelanjutan, untuk memberikan kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.” 

Lebih lanjut Jerry menegaskan, ”Setelah melalui proses pengkajian dan uji pelaksanaan atas program PSS dan C2G selama 2 tahun, BTPN telah siap untuk menegaskan komitmennya dalam melaksanakan program pemberdayaan mass market yang terukur dan berkelanjutan, yang kami namakan ’DAYA’!”.

DAYA memiliki 3 pilar program, terdiri dari :
1.    DAYA Sehat Sejahtera, berisikan pemberian informasi dan konsultasi seputar isu kesehatan fisik dan jasmani,  serta pemeriksaan kesehatan untuk tujuan promotif dan preventif.

2.    DAYA Tumbuh Usaha, berisikan sentra informasi tumbuh usaha, pelatihan praktis keterampilan wirausaha dan micro business franchise.

3.    DAYA Tumbuh Komunitas, program adopsi komunitas untuk peningkatkan keterampilan, keberhasilan usaha dan kesehatan, serta membuka akses pemasaran.

Pada kesempatan yang sama pula, BTPN meluncurkan BTPN SINAYA, sub brand BTPN untuk bisnis pendanaan. BTPN Sinaya berasal dari singkatan SINAR yang memberDAYAkan. “Atas dukungan stakeholders dan para Nasabah setia BTPN selama ini, DAYA dilahirkan. Kedepan, BTPN mengharapkan dukungan dari seluruh stakeholders dan nasabah, agar DAYA dapat terus  dikembangkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan!" tutur Jerry.

Kinerja Prima BTPN
Sejalan dengan program pemberdayaan yang telah dilakukan selama 2 tahun ini, kinerja prima BTPN pun terus tumbuh berkelanjutan, tercermin pada kinerja keuangan semester pertama tahun ini. Penyaluran kredit tumbuh 33% mencapai Rp 26,7 triliun dibanding semester pertama 2010 yang tercatat Rp 20,1 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit diimbangi dengan pertumbuhan penghimpunan dana  sebesar 32% mencapai Rp 29,5 triliun dibanding periode yang sama 2010 sebesar Rp 22,3 triliun. Total aset BTPN mencapai Rp 40 triliun atau meningkat sebesar 43% dibandingkan Juni 2010. 

Pertumbuhan kredit yang cukup pesat tetap didukung dengan penerapan asas kehati-hatian, tercermin dari rendahnya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net 0,47% sehingga menempatkan BTPN sebagai salah satu bank dengan NPL terendah di industri perbankan. 

Pertumbuhan kredit yang tinggi dengan kualitas yang terjaga membuahkan peningkatan laba bersih BTPN. Hingga akhir semester pertama 2011 mencapai Rp 585,1 miliar atau tumbuh sebesar 63% dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yang tercatat Rp 358,9 miliar. Dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio – CAR) mencapai 21,1% per akhir Juni 2011, ke depan BTPN memiliki ruang yang cukup untuk bertumbuh.

 “BTPN akan terus melakukan pemberdayaan mass market sekaligus menjaga pertumbuhan dan kualitas bisnis, kecukupan modal, kehatian-hatian serta efisiensi yang tepat, secara terintegrasi untuk terus dapat membukukan kinerja prima berkelanjutan,” tambah Jerry. 

Saat ini BTPN telah melayani lebih dari 900.000 nasabah, bertumbuh pesat dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun, melalui 1.100 jaringan kantor yang telah beroperasi secara online realtime, yang tersebar dari Aceh hingga Papua.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank BTPN Tbk

Andrie Darusman – Communications & Daya Head

Telp: 021-30026200

Email: [email protected] atau [email protected]

 

Sekilas tentang Bank BTPN

Bank BTPN merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Bank BTPN memfokuskan diri untuk melayani segmen mass market yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Fokus bisnis tersebut didukung unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro, BTPN Mitra Bisnis – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah, BTPN Wow! – produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked, Jenius – platform perbankan digital untuk segmen consuming class, serta unit bisnis korporasi yang fokus melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.